Gang Buntu, Medan
Aku lahir pada 27 Mei 1978 di Jalan Asahan, Gang Buntu, Medan. Aku adalah anak pertama Bapak Nasib Andi Sastro dan Mamak Supiah.
Autobiografi tentang keluarga, perjuangan, pekerjaan, usaha, perantauan, pembelajaran, media, dan pengabdian.
EXPLORE THE STORY ↓Aku lahir dari keluarga sederhana. Dari rumah kayu, dari tangan Mamak yang bekerja, dari Bapak yang mencari nafkah, dan dari perjalanan yang membuatku belajar bahwa hidup bukan tentang dari mana kita memulai, tetapi tentang bagaimana kita terus berjalan.
“Aku belum tahu akan menjadi siapa. Tapi aku sudah mulai berjalan.”
Bab-bab hidup yang membawa aku dari Gang Buntu, Medan, menuju Aceh, Jawa, Pematangsiantar, dunia florist, media, usaha, dan pengabdian.
Aku lahir pada 27 Mei 1978 di Jalan Asahan, Gang Buntu, Medan. Aku adalah anak pertama Bapak Nasib Andi Sastro dan Mamak Supiah.
Aku menempuh SD Muhammadiyah Tanjung Sari Medan, SMP Muhammadiyah 03 Tanjung Sari Medan, dan SMA Muhammadiyah 2 Tanjung Sari Medan. Aku tamat pada 1996.
Setelah sekolah aku bekerja di PT Swarnadwipa Serdangdjaja, distributor PT Djarum Kudus. Aku ditempatkan di Depo Banda Aceh dengan wilayah Aceh Utara, kemudian belajar bahasa Inggris secara mandiri dan menjadi pemandu wisatawan asing.
Aku menjalani berbagai pekerjaan dan perjalanan di Pemalang, Balongan, Jakarta, lalu kembali ke Pematangsiantar.
Aku terlibat dalam kegiatan kemanusiaan bersama Terre Des Hommes Germany Netherlands di Meulaboh, Banda Aceh, Lhokseumawe, Gunung Sitoli, dan Nias.
Aku belajar florist dari Aminuddin. Dari satu papan bunga dengan bayaran Rp25.000, kami pernah menghasilkan 36 papan dalam satu malam.
Aku pernah membangun Dealova Florist di Medan, mengalami kebangkrutan, kembali ke Pematangsiantar, lalu bekerja di Vanessa Florist dan Srikandi Florist.
Aku menikah dengan Radita Nasution pada 15 Juni 2008. Sekitar tiga bulan kemudian aku membuka Keisha Florist, yang menjadi salah satu masa kejayaan usahaku hingga 2019.
Aku terus bergerak dalam bisnis, desain, internet, jurnalistik, media, dan aktivitas sosial. Pada 2022 aku membuka Selektif News.
Dari Bapak aku belajar tanggung jawab. Dari Mamak aku belajar bekerja, bertahan, dan tetap memberi.
Aku membawa satu kenangan kuat: perjalanan bersama Mamak menggunakan sepeda pinjaman dari Wak Masri, dari Kampung Moho menuju Bahalat untuk menjenguk Bapak ketika sakit.
Pengalaman yang berbeda bertemu dalam satu perjalanan.
Papan bunga, bunga meja, standing flower, hand bouquet, parcel, kue, dan karya kreatif.
Menulis, mengelola media, konten, liputan, dan ekosistem media online.
Pengalaman organisasi dan kegiatan sosial sebagai bagian dari pengabdian.
Aku terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat dan organisasi. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang terus berjalan.
Kerja sama pemberitaan, jasa, florist, website, konten, desain, atau kebutuhan kreatif lainnya.
WHATSAPPEMAIL